menerima pesanan lukisan ikan koi, arwana.

menerima pesanan lukisan ikan koi, arwana.
untuk mempermudah pemesanan silahkan hubungi saya di:cp: 085 6465 797 21 (Indra lukmana painter)

Sunday, February 6, 2011

Seni kRiya anyaman

PENGERTIAN SENI KRIYA
• Seni Kriya Nusantara
A. Konsep Karya Seni Rupa Terapan
Bentuk kebudayaan yang paling sederhana muncul pada zaman batu. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kecerdasan, perasaan dan pengetahuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi pada zaman itu. Untuk menunjang kelangsungan hidup, mereka membuat alat-alat dari bahan-bahan yang diperoleh di alam sekitar mereka. Sebagai contoh, kapak genggam dan alat-alat perburuan dibuat dari tulang dan tanduk binatang.
B. Pengertian Seni Kriya
Seni kriya sering disebut dengan istilah Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Seni kriya termasuk seni rupa terapan (applied art) yang selain mempunyai aspek-aspek keindahan juga menekankan aspek kegunaan atau fungsi praktis. Artinya seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakan pertimbangan artistik dan keindahan.
C. Unsur Karya Seni Kriya
Seni kriya mengutamakan terapan atau fungsi maka sebaiknya terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Utility atau aspek kegunaan
Ø Security yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang itu.
Ø Comfortable, yaitu enaknya digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
Ø Flexibility, yaitu keluwesan penggunaan. Barang-barang seni kriya adalah barang terap yaitu barang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Barang terap dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
2. Estetika atau syarat keindahan
Sebuah barang terapan betapapun enaknya dipakai jika tidak enak dipandang maka pemakai barang itu tidak merasa puas. Keindahan dapat menambah rasa senang, nyaman dan puas bagi pemakainya. Dorongan orang memakai, memiliki, dan menyenangi menjadi lebih tinggi jika barang itu diperindah dan berwujud estetik.

D. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya
1. Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
2. Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan.
3. Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan.
E. Jenis-jenis Seni Kriya di Nusantara
1. Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang dan lain-lain.
2. Seni kerajinan logam, ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan lain-lain.
kerajinan dari besi
kerajinan dari perunggu
kerajinan dari emas
kerajianan dari perak
3. Seni ukir kayu, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.
relief
topeng
mebel khas palembang
4. Seni kerajinan anyaman, kerajinan ini biasanya menggunakan bahan rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas, keranjang dan lain-lain.
5. Seni kerajinan batik, yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis (casting) atau teknik cetak (printing). Contohnya: baju, gaun dan lain-lain.
6. Seni kerajinan keramik, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piring dan lain-lain.
JENIS SENI KRIYA ANYAMAN
 Sejarah dan Perkembangan
Anyaman merupakan seni tradisi yang tidak mempunyai pengaruh dari luar. Perkembangan Sejarah anyaman adalah sama dengan perkembangan seni tembikar. Jenis seni anyaman pada masa Neolitik kebanyakan adalah menghasilkan tali, rumah dan keperluan kehidupan. Bahan daripada akar dan rotan adalah bahan asas yang awal digunakan untuk menghasilkan anyaman. Menurut Siti Zainun dalam buku Reka bentuk kraftangan Melayu tradisi menyatakan pada zaman pemerintahan Long Yunus (1756-94) di negeri Kelantan, penggunaan anyaman digunakan oleh raja. Anyaman tersebut dipanggil ‘Tikar Raja’ yang diperbuat daripada pohon bemban.
Sehingga kini beberapa negeri masih terus aktif menjalankan kegiatan anyaman di peringkat kampung. Antaranya di daerah Rusila, Dungun, Kampung Ru Renggoh, Kampung Kijing, Cendering dan Kuala Ibai di negeri Terengganu. Negeri-negeri lain yang masih terdapat aktiviti anyaman ialah negeri Perlis, Kedah, Perak, Selangor, Negeri Sembilan, Pahang, Melaka, Sarawak dan Sabah.

 TEKNIK ANYAMAN ROMBONG
Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong, pandan dan lain-lainPerkembangan zaman belum tentu selalu meninggalkan produk hasil perkembangan tempo dulu. Kerajinan bambu salah satunya.Dengan semakin meningkatnya berbagai macam jenis bahan material dan bentuknya, ternyata tidak serta merta mengurangi minat masyarakat akan produk warisan zaman dulu, contohnya adalah kandang ayam dari bambu. Meskipun begitu untuk menemukan bahan baku dalam membuat kandang ayam, seperti anyaman kawat dan besi juga tidak terlalu sulit.Akan tetapi, dengan kemajuan yang ada tersebut ternyata produk kerajinan dengan bahan baku bambu masih memiliki peminat yang cukup banyak. misalnya gedheg yang merupakan anyaman bambu baik dengan motif atau polos menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang tertentu untuk menggunakannya sebagai bahan dinding dan plafon.

Melayur Daun
Daun mengkuang dilayur di atas bara api sehingga menjadi kekuningan. Ia dilakukan untuk menjadikan daun itu lembut dan tahan lama. Di samping itu ia dapat memudahkan proses menjangka.

Menjangka
Daun mengkuang dibelah dengan bilah yang sama saiz dengan menggunakan jangka.


Merendam
Daun-daun tersebut digulung dalam satu ikatan untuk direndam dalam suatu ikatan untuk direndam di dalam air biasa selama 2 hari. Semasa rendaman, air akan ditukar sebanyak ditukar sebanyak dua kali sehari. Rendaman ini dilakukan untuk melunturkan warna asal daun.


Menjemur
Setelah direndam, daun-daun tersebut akan dijemur sehingga menjadi putih kekuningan. ini dilakukan bagi memudahkan proses melurut
.
Mewarna
Daun-daun mengkuang yang telah kering dicelup ke dalam pencelup warna mengikut kesesuaian rekacorak rombong. Selepas diwarnakan, ia akan dikeringkan di bawah sinaran matahari.

Melurut
Proses melurut dilakukan bagi menjadikan daun mengkuang cantik dan tetap kembang. Sekiranya proses melurut tidak dilakukan, daun akan menjadi keras dan sukar dianyam.



Menganyam
Proses menganyam bermula dengan membuat "Pusat Belanak" iaitu menganyam enam helai daun secara jelujur dan melintang. Helaian daun yang ditambah serta bilangan langkah anyaman menentukan saiz sesebuah rombong.

Menaja
Jalinan daun dianyam sehingga membentuk tapak yang berbentuk bulat. Bingkai yang diperbuat daripada kulit pelepah disisip ke tapak rombong untuk memperkuatkan tapak yang telah dianyam. Seterusnya anyaman dinaikkan ke atas untuk membuat badan bakul.

Sulam/Mencolek Bunga
Alat penyisip disisipkan bersama daun berwarna sehingga menembusi sebahagian bawah anyaman sambil meninggalkan kesan sisipan pada rombong. Setelah siap, bahagian tudung atau penutup rombong dianyam serupa seperti bahagian badan rombong.

No comments:

Post a Comment